NetworkBlog

Bagaimana tanggapan anda ?

Followers

Kaya Sekejap

Bluetooth Hacking

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Saat ini banyak sekali peralatan elektronik yang dilengkapi dengan fasilitas untuk tukar data, salah satunya adalah Bluetooth. Penggunaan teknologi Bluetooth ini dirasa cukup efektif dan efisien karena hanya membutuhkan daya yang relatif kecil dan harganya pun yang relatif murah. Fasilitas ini memungkinkan sebuah perangkat seperti Handphone, Kamera Digital, Komputer, Handsfree, Mousem Speaker, Keyboard, Modem, dan lain-lain dapat saling berhubungan dengan perangkat lainnya tanpa menggunakan kabel. Dalam sebuah Handphone fungsi Bluetooth biasanya digunakan untuk kirim nomor telepon, gambar, music, video. Agar dapat saling bertukar data dengan perangkat Bluetooth lainnya, kedua perangkat tersebut harus dilengkapi dengan fasilitas Bluetooth juga.
Pada dasarnya prinsip kerja Bluetooth hampir sama dengan wireless LAN, yaitu sama-sama menggunakan udara sebagai media ruang kerjanya. Sehingga Bluetooth bersifat bebas dan siapapun dapat mengaksesnya dan memperoleh informasi. Dan hal ini juga yang menjadikan Bluetooth rentan terhadap bahaya keamanan seperti penyadapan dan lain sebagainya. Untuk itu diperlukan sebuah observasi serta penelitian untuk masalah keamanan Bluetooth, dan untuk membuktikan seberapa rentan keamanan pada Bluetooth maka akan dilakukanlah sebuah percobaan serangan terhadap keamanan Bluetooth tersebut.
  




1.2    Rumusan Masalah
Masalah-masalah yang timbul selama melakukan observasi dan percobaan sebagai berikut :
1.      Membuktikan bahwa jaringan Bluetooth rentan terhadap bahaya ancaman keamanan komunikasi data yang melintas pada jaringan tersebut.
2.      Dapat mengambil langkah untuk melakukan pengamanan jaringan Bluetooth.

1.3    Ruang Lingkup Observasi dan Penelitian
1.      Pengujian serangan keamanan Bluetooth yang meliputi:
a.       Serangan 1
Bluetooth Scanning/Bluesniffing.
b.      Serangan 2
Bluesnarfing dengan menggunakan bluetooth FTP.
c.       Serangan 3
Bluebugging dengan menggunakan Super Bluetooth Hack Tool.
d.      Serangan 4
Bluejacking.
2.      Pengujian dilakukan dengan menggunakan media Laptop, dan handphone seperti Samsung Galaxy (GT-S5830) yang memiliki OS Kernel.
3.      Pengujian serangan menggunakan Handphone yang memiliki perangkat berkoneksi Bluetooth..

1.4  Tujuan
Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah antara lain :
1.      Mengetahui dan membuktikan akan kerentanan keamanan jaringan Bluetooth dengan berbagai serangan sesuai dengan perkembangan Teknologi Informasi Pada saat ini.
2.      Mengetahui secara mendalam penetrasi dasar keamanan Bluetooth dan dapat mengambil beberapa langkah dalam pengamanan koneksi Bluetooth ini.
1.5  Output yang diperoleh serta Manfaatnya
-          Output
Output yang diperoleh dalam melakukan percobaan adalah:
1.      Mendapatkan MAC Address Bluetooth target.
2.      Mendapat data-data penting yang tersimpan di dalam “device” target seperti daftar nomor telepon (buku telepon), “Business card”.

-          Manfaat
Manfaat yang di dapatkan adalah :
1.      Membantu pengguna(user) untuk mrngetahui sistem pengamanan yang baik digunakan pada jaringan Bluetooth terhadap berbagai ancaman keamanan jaringan Bluetooth.
2.      Membantu memutuskan mekanisme pengamanan yang paling cocok terhadap jaringan Bluetooth.











BAB II
METODELOGI

2.1    Kerangka Kerja

2.2    Identifikasi Masalah
Menemukan permasalahan yang ditemukan pada suatu objek yang diteliti gunanya untuk mencari alternatif solusi yang terkait dengan permasalahan diantaranya :
-          Pembuktian rentannya koneksi Bluetooth terhadap bahaya ancaman keamanan komunikasi data.
-          Mencari langkah yang dapat diambil untuk penanganan masalah keamanan Bluetooth.

2.3    Studi Pustaka
Penulis mempelajari dan memahami teknis-teknis serangan dalam koneksi Bluetooth. Sumber dari studi pustaka ini adalah buku-buku tentang jaringan nirkabel, serta jurnal mengenai Bluetooth Security dan Bluetooth Hacking.

2.4    Persiapan
Persiapan yang dilakukan dalam melakukan percobaan peneltian berupa persiapan dari perangkat keras yang berupa Laptop/Notebook yang sudah memiliki perangkat Bluetooth di dalamnya dan tools yang digunakan untuk melakukan pengujian serangan keamanan Bluetooth ini.

2.5    Deskripsi dan Langkah Kerja yang akan dilakukan:
1.      Bluesniffing
Bluesniffing adalah merupakan metode yang bertujuan untuk menemukan device yang akan dijadikan target, mengetahui Nama Device serta Mac Address Device target.

Langkah-langkah melakukan Bluesniffing  :
ü  Pertama anda harus mendownload aplikasi yang akan digunakan untuk bluesniffing. Yaitu Bluetooth scanner. Setelah itu lakukan pairing dengan melalui koneksi Bluetooth.
ü  Setelah dikoneksikan, aplikasi tersebut akan otomatis bekerja untuk mengetahui atau menscan device yang akan dijadikan target tersebut.

2.      Bluesnarfing
Bluesnarfing adalah bertujuan untuk mengakses data penting yang tersimpan di dalam “Device” target seperti daftar nomor telepon (buku telepon), “business card”, “images” bahkan IMEI. Syaratnya adalah Bluesnarfing menggunakan bluesnarfer dapat berhasil jika si penyerang (hacker) mengetahui informasi Mac address target.

Langkah-langkah melakukan Bluesnarfing :
ü  Setelah melakukan metode sniffing kita dapat melanjutkannya ketahap ini yaitu bluesnarfing, dimana Device yang sudah lakukan pairing dengan melalui koneksi Bluetooth akan dilakukan dicoba diakses dengan device yang lain.
ü  Kemudian masuki direktorinya dan lihatlah susunan isi direktorinya seperti isi foldernya.

3.      Bluebugging
Bluebugging adalah bertujuan mengendalikan opersi device secara penuh untuk melakukan panggilan ke no lain yang menggunakan celah dalam keamanan bluetooth.

Langkah-langkah melakukan Bluebugging :
ü  Setelah kita dapat mengetahui mac address target, juga dapat mengakses isi direktorinya, selanjutnya akan dilanjutkan ke tahap yaitu bluebugging menggunakan aplikasi super Bluetooth hack yang sudah di download terlebih dahulu.
ü   Buka super Bluetooth hack, kemudian masuki direktori laptop atau handphone untuk dieksekusi seperti melakukan panggilan ke nomor lain atau mengirim sms.


4.      Bluejacking
Bluejacking adalah istilah yang sering digunakan untuk tujuannya dapat menjalankan perangkat lunak yang ada di dalam device target untuk dapat kita operasikan seperti memainkan musik melalui perintah FTP untuk melakukan Bluetooth file sharing service.

Langkah-langkah menggunakan Bluejacking :
ü  Bluetooth yang telah diaktifkan, kemudian gunakan aplikasi yang telah di download sebelumnya. Dan kemudian melakukan koneksi ke FTP device lainnya.
ü  Setelah itu masuki daftar direktorinya dan lakukan perintah untuk memainkan daftar musiknya.

2.6    Langkah-langkah Pengamanan Jaringan Bluetooth:
Adapun hasil dari percobaan penelitian ini nantinya akan diperoleh sebagai berikut:
a.       Menghasilkan suatu langkah-langkah atau metode keamanan untuk mengantisipasi dan melakukan pencegahan terhadap serangan oleh hacker terhadap jaringan Bluetooth.
b.      Memberikan pembuktian akan kerentanan keamanan jaringan Bluetooth dengan berbagai serangan dan mengetahui, memahami dan menerapkan konsep, teknik dan cara kerja dari seorang hacker tersebut dalam melakukan hacking Bluetooth.




BAB III
PEMBAHASAN

3.1    Skenario Pengujian Serangan
Adapun skenario pengujian serangan sebagai berikut :
1.      Device Target menghidupkan Bluetooth dengan modus visible(terlihat).
2.      Jarak yang digunakan untuk melakukan penyerangan adalah maksimal 10 meter, karena sesuai dengan spesifikasi jangkauan jaringan Bluetooth.

A.    Proses Yang Akan Dilakukan Dalam Penyerangan
Adapun proses yang akan dilakukan dalam penyerangan yaitu :
1.      Pengujian penyerangan 1 (Bluesniffing)
2.      Pengujian penyerangan 2 (Bluesnafing)
3.      Pengujian penyerangan 3 (Bluesbugging)
4.      Pengujian penyerangan 4 (Bluejacking)

B.     Hasil Yang Diperoleh
1.      Pengujian penyerangan 1 (Bluesniffing)
Serangan berhasil jika ketika kita menyerang akan mendapatkan informasi seperti ; Nama device Bluetooth, Mac Address Device.
2.      Pengujian penyerangan 2 (Bluesnafing)
Serangan berhasil jika kita dapat berhasil menyerang data penting dari dalam device target seperti kontak telepon atau Drive Laptop, dan bisa menghapus atau mengubah data yang ada dalam device tersebut.
3.      Pengujian penyerangan 3 (Bluebugging)
Serangan berhasil apabila kita dapat melakukan panggilan, atau pengiriman pesan ke alamat telpon yang lain.


4.      Pengujian penyerangan 4 (Bluejacking)
Berhasil apabila kita dapat menjalankan perangkat lunak yang ada di dalam device target untuk dapat kita operasikan seperti memutar music melalui perintah FTP untuk melakukan Bluetooth file sharing service.


3.2    Pengujian
1.      Bluesniffing
Tujuannya untuk menemukan device yang akan dijadikan target, mengetahui Nama Device serta Mac Address Device target.

Teknis Serangan:
Permintaan pairing kemudian melakukan scanning dan sniffing
                                          
                                                                                         (Hacker)
Gambar Proses melakukan scanning :
Hasil Pengujian:
    








Keterangan :
1.      Nama device juga Alamat Mac Address device target yang telah didapatkan adalah Arhevin PC (68:A3:C4:D3:77:A0) dan Asus-PC (74:F0:6D:AF:BA:D2).

2.      Bluesnarfing
Tujuannya menyerang data penting dari dalam device target seperti kontak telepon atau Drive Laptop, dan bisa menghapus atau mengubah data yang ada dalam device.
Teknis Serangan:
penyerang mendapatkan akses
penyerang meminta permintaan OPP(Obex Push Profile)
                                              
                                                                                                        (Hacker)
Gambar permintaan OPP:













Hasil Pengujian:
                              
Keterangan :
Pada gambar akan menampilkan folder dari direktori yang ada di dalam laptop yang kemudian bisa kita kita ubah, pindahkan ataupun hapus.
3.      Bluebugging
Tujuannya mengakses device target dan kemudian melakukan panggilan, membuat pesan atau SMS lalu mengirimnya melalui celah dalam keamanan bluetooth.

Teknis Serangan:
                  
      ( Hacker )


Gambar menu aplikasi BT info :

Hasil Pengujian:

Keterangan :
Ketika telah terhubung kita dapat melakukan perintah seperti melakukan panggilan menggunakan handphone yang lain.

4.      Bluejacking
Tujuannya melakukan agar kami dapat menjalankan perangkat lunak yang ada di dalam device target untuk dapat kita operasikan seperti memutar music melalui perintah FTP untuk melakukan Bluetooth file sharing service.

Teknis Serangan:
                                                      
       ( Hacker )

Gambar File sharing service FTP :
Hasil Pengujian:
                                


Keterangan :
Pada gambar diatas dapat kita ketahui sesudah mengakses isi direktorinya kita dapat menjalankan isi folder yang kita pilih yang kemudian untuk dapat kita mainkan musicnya.

BAB IV
KESIMPULAN

A.      Kesimpulan
Berdasarkan Kerangka kerja yang dilakukan atau pengujian yang telah dilakukan melalui empat metode yaitu Bluesniffing, Bluesnafing, Bluebugging, Bluejacking  kesimpulan yang kami peroleh adalah :
1.        Pada Pengujian yang pertama yaitu Bluesniffing, kami dapat mengetahui Nama devicenya, Mac Addres Target.
2.        Pada Pengujian yang kedua yaitu Bluesnafing, kami berhasil menyadap isi dalam Handphone dan mendapatkan No telepon penting dalam Handphone tersebut.
3.        Pada Pengujian yang ketiga yaitu Bluebugging, kami dapat mengakses perangkat lunaknya serta memakainya, seperti memainkan daftar musiknya, memutar video, dan membaca isi folder, isi pesan atau SMS.
4.        Pada Pengujian yang keempat yaitu Bluejacking, kami dapat melakukan panggilan ke no telepon yang ada di dalam kontak telpon.

Kemudian berdasarkan pengujian yang kami lakukan tersebut, dapat kita ketahui bahwa jaringan bluetooth masih tidak secure, dan tidak terenkripsi dengan baik. Buktinya saja jaringannya masih bisa bisa dibobol dengan berbagai cara.

B.       Saran
Bagi para pengguna perangkat elektronik hendaklah jangan lupa mematikan Bluetoothnya jika sudah digunakan, kemudian jangan pernah menerima permintaan authentifikasi dari perangkat yang tidak kita kenal agar terhindar dari yang namanya pencurian data atau kehilangan data. Kemudian pasanglah perangkat antivirus untuk bluetooth sehingga meminimalisirkan kemungkinan hal-hal yang dapat memata-matai isi device kita (anti spyware).


ATM CARd



1.    Tuliskan bagaimana ATM bekerja:
Dalam pembahasan dipersoalan ini, saya ambil contoh yaitu ATM Bank Mandiri,
-       Berapa banyak uang yang dapat diambil?

Jawaban :
Jumlah maksimal uang yang kita ambil adalah bergantung kepada transaksi penarikan yang kita lakukan dalam satu kali penarikan adalah :
·       Rp. 500.000,- pada ATM dengan denominasi Rp.20.000,-
·       Rp. 1.250.000,- pada ATM dengan denominasi Rp. 50.000,-
·       Rp. 2.500.000,- pada ATM dengan denominasi Rp. 100.000,-
Jadi, prinsipnya adalah setiap penarikan maksimal 25 lembar.

-       Berapa pecahan uangnya ?
Jawaban:
Pecahan uang yang terdapat dalam mesin ATM tersebut tergantung oleh pihak bank yang menentukannya berdasarkan nominal yang ditentukan seperti nominal untuk uang 50.000 rupiah atau 100.000 rupiah.

-       Jika Anda pergi ke mesin lain dan mencoba melakukan hal yang sama, dan apa yang akan terjadi ?

Jawaban:
ATM kita dapat juga  beroperasi di mesin ATM bank lainnya tetapi sesuai dengan hal yang tertera di kartu ATM kita, yaitu :
·       ATM kita dengan logo Link (Penarikan dan Inquiry)
·       ATM kita dengan logo ATM Bersama (Penarikan, Inquiry dan Transfer Antar Bank)
·       ATM kita dengan logo Visa/Plus (Penarikan dan Inquiry)
Tetapi di kenakan biaya seperti :
·       ATM Link : Penarikan Rp. 3.900,-, Inquiry Rp. 2.000,-
·       ATM Bersama : Penarikan Rp. 5.000,-, Inquiry Rp. 3.000,- dan Transfer 5.000,-
·       ATM Visa : Penarikan Rp. 15.000,-, Inquiry Rp. 3.000,-
-       Informasi apa yang tercantum pada kartu Anda? Bagaimana menggunakannya?

Jawaban:
Informasi tentang nominal uang, informasi transaksi, registrasi ebanking , penarikan jumlah lain, pembelian… cara menggunakannya yaitu tinggal tekan tombol angka atau tombol pilihan yang ada di samping kiri layar monitor mesin ATM.

-       Apa yang terjadi jika Anda memasukan nomor yang salah?

Jawaban:
Apabila terjadi kesalahan menekan kode pin atau kode sandi  di ATM Card kita sebanyak 3 kali, maka secara otomatis kartu ATM kita terblokir. Dan diminta segera hubungi costumer service bank ATM Card kita tersebut atau pergi ke kantor Bank cabang yang berada di daerah kita berada.

-       Mengapa terdapat jeda antara setiap langkah transaksi? Apa yang terjadi jika Anda mencoba mengetik selama jeda tersebut?

Jawaban:
Terjadinya jedah dikarenakan mesin ATM melakukan proses transakasi, dan kita mencoba mengetik selama jeda tersebut maka tidak akan terjadi apa.

-       Mengapa kartu tetap berada dalam mesin?

Jawaban:
Kartu ATM menggunakan prinsip system Scan yang terletak dibagian belakang kartu ATM nya.


-       Apakah Anda menghitung jumlah uangnya? Mengapa

Jawaban :
Ya, jika uang yang dikeluarkan itu banyak dan nominal pecahan 50.000 rupiah. Dan kita menghitungnya dikarenakan takut dan dilanda keraguan akan terjadi kesalahan dalam penghitungan uang oleh mesin ATM ketika mengeluarkan uang. Jika uang nya kita tarik dari mesin ATM tu adalah 100.000 maka tidak perlu dihitung.

Simulasi Setting Routing Statis Cisco


SIMULASI SETTING ROUTING STATIC CISCO – PACKET TRACER

SETTING IP
Router 1
Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#interface fastEthernet 0/0
Router(config-if)#ip address 172.17.1.1 255.255.255.0

Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Router(config)#
Router(config)#interface fastethernet 1/0
Router(config-if)#ip address 172.18.1.1 255.255.255.252
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Router(config)#exit
Router#exit

Router 2
Router>en
Router#conf t
Router(config)#interface fastEthernet 0/0
Router(config-if)#ip address 172.18.1.2 255.255.255.252
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Router(config)#
Router(config)#interface fastEthernet 1/0
Router(config-if)#ip address 172.18.2.1 255.255.255.252
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Router(config)#
Router(config)#interface fastEthernet 2/0
Router(config-if)#ip address 172.17.2.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Router(config)#exit
Router#exit

Router 3
Router>en
Router#conf t
Router(config)#interface fastEthernet 0/0
Router(config-if)#ip address 172.18.2.2 255.255.255.252
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Router(config)#
Router(config)#interface fastEthernet 1/0
Router(config-if)#ip address 172.17.3.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Router(config)#
Router#exit
SETTING ROUTING
Router 1
Router>en
Router#configure terminal
Router(config)#ip route 172.17.2.0 255.255.255.0 172.18.1.2
Router(config)#ip route 172.18.2.0 255.255.255.252 172.18.1.2
Router(config)#ip route 172.17.3.0 255.255.255.0 172.18.1.2
Router(config)#exit
Router#exit
Router 2
Router>en
Router#conf terminal
Router(config)#ip route 172.17.1.0 255.255.255.0 172.18.1.1
Router(config)#ip route 172.17.3.0 255.255.255.0 172.18.2.2
Router(config)#exit
Router#exit
Router 3
Router>enable
Router#conf terminal
Router3(config)#ip route 172.17.2.1 255.255.255.0 172.18.2.1
Router3(config)#ip route 172.18.1.0 255.255.255.252 172.18.2.1
Router3(config)#ip route 172.17.1.0 255.255.255.0 172.18.2.1
Router3(config)#exit
Router3#exit

Cisco Packet Tracer

 
         Packet tracer merupakan sebuah software yang dapat digunakan untuk melakukan simulasi jaringan. Software ini dikembangakan oleh sebuah perusahaan yang intens dalam masalah jaringan yaitu Cisco. Untuk mendapatkan software ini sangatlah mudah, karena kita bisa mendapatkannya secara gratis dari internet. Saat tutorial ini dibuat versi terakhirnya adalah packet tracer 5.1. Packet tracer ini juga memiliki dua versi yaitu portable (tidak perlu menginstall ± 32 MB) dan versi lengkap (± 95 MB plus tutorial Sebelum melanjutkan tutorial ini ada baiknya saya sampaikan beberapa syarat untuk dapat mengikuti tuorial ini adalah
sebagai berikut :
1. Minimal sebuah PC, untuk sistem operasinya dapat menggunakan Windows ataupun Linux (Packet tracer juga ada yang versi Linux).
2. Software Packet tracer yang telah terinstall di komputer anda
3. Memiliki sedikit pengetahuan mengenai jaringan, minimal tentang IP address jika ditambah dengan subnetting juga lebih baik.

Untuk mengetahui panduan cara menginstallnya bisa download di link bawah ini...

Java Data Base Connector (JDBC)

The JDBC (Java Database Connectivity) API mendefinisikan interface dan kelas untuk menulis aplikasi database di Jawa dengan membuat koneksi database. Using JDBC you can send SQL, PL/SQL statements to almost any relational database. Menggunakan JDBC Anda dapat mengirim SQL, PL / SQL untuk hampir semua database relasional. JDBC is a Java API for executing SQL statements and supports basic SQL functionality. JDBC adalah sebuah API Java untuk menjalankan pernyataan SQL dan mendukung fungsi dasar SQL. It provides RDBMS access by allowing you to embed SQL inside Java code. Hal ini menyediakan akses RDBMS dengan memungkinkan Anda untuk SQL embed di dalam kode Java. Because Java can run on a thin client, applets embedded in Web pages can contain downloadable JDBC code to enable remote database access. Karena Java dapat dijalankan pada thin client, applet tertanam di halaman Web dapat berisi kode download JDBC untuk mengaktifkan akses basis data jauh. You will learn how to create a table, insert values into it, query the table, retrieve results, and update the table with the help of a JDBC Program example. Anda akan belajar bagaimana membuat tabel, masukkan nilai-nilai ke dalamnya, query meja, mengambil hasil, dan memperbarui tabel dengan bantuan contoh Program JDBC.
 
Meskipun JDBC dirancang khusus untuk menyediakan antarmuka Java untuk database relasional, Anda mungkin menemukan bahwa Anda perlu menulis kode Java untuk mengakses database non-relasional juga.

JDBC Architecture Arsitektur JDBC



 aplikasi Java panggilan perpustakaan JDBC. JDBC loads a driver which talks to the database. Beban JDBC driver yang berbicara ke database. We can change database engines without changing database code. Kita dapat mengubah mesin database tanpa mengubah kode database.

JDBC Basics - Java Database Connectivity Steps JDBC Dasar - Langkah Database Connectivity Jawa

Before you can create a java jdbc connection to the database, you must first import the Sebelum Anda dapat membuat koneksi java jdbc ke database, Anda harus terlebih dahulu mengimpor
java.sql package. paket java.sql.
import java.sql.*; The star ( * ) indicates that all of the classes in the package java.sql are to be imported. import java.sql .*; bintang (*) menunjukkan bahwa semua kelas dalam paket java.sql harus diimpor.
1. 1. Loading a database driver, Loading driver database,
In this step of the jdbc connection process, we load the driver class by calling Class.forName() with the Driver class name as an argument. Dalam langkah dari proses koneksi jdbc, kita load kelas driver dengan memanggil Class.forName () dengan nama kelas Driver sebagai argumen. Once loaded, the Driver class creates an instance of itself. Setelah dimuat, kelas Driver menciptakan sebuah instance dari itu sendiri. A client can connect to Database Server through JDBC Driver. Klien dapat terhubung ke Database Server melalui JDBC Driver. Since most of the Database servers support ODBC driver therefore JDBC-ODBC Bridge driver is commonly used. Karena sebagian besar dari dukungan server Database ODBC driver JDBC-ODBC sehingga Jembatan driver umum digunakan.
The return type of the Class.forName (String ClassName) method is “Class”. Jenis pengembalian metode (String ClassName) Class.forName adalah "Kelas". Class is a class in Class adalah sebuah kelas
java.lang package. java.lang paket.
try { try { 
  Class.forName(”sun.jdbc.odbc.JdbcOdbcDriver”); //Or any other driver Class.forName ("sun.jdbc.odbc.JdbcOdbcDriver"); / / Atau pengemudi lain 
 } } 
 catch(Exception x){ catch (Exception x) { 
  System.out.println( “Unable to load the driver class!” ); System.out.println ("Tidak dapat memuat kelas driver!"); 
 } } 
2. 2. Creating a oracle jdbc Connection Membuat Koneksi jdbc oracle

The JDBC DriverManager class defines objects which can connect Java applications to a JDBC driver. Kelas JDBC DriverManager mendefinisikan benda yang dapat menghubungkan aplikasi Java ke driver JDBC. DriverManager is considered the backbone of JDBC architecture. DriverManager dianggap sebagai tulang punggung arsitektur JDBC. DriverManager class manages the JDBC drivers that are installed on the system. mengelola kelas DriverManager driver JDBC yang diinstal pada sistem. Its getConnection() method is used to establish a connection to a database. getConnection Its () metode yang digunakan untuk membuat sambungan ke database. It uses a username, password, and a jdbc url to establish a connection to the database and returns a connection object. Menggunakan username, password, dan url jdbc untuk membangun koneksi ke database dan mengembalikan sebuah objek koneksi. A jdbc Connection represents a session/connection with a specific database. Sebuah Koneksi jdbc merupakan sesi / koneksi dengan database tertentu. Within the context of a Connection, SQL, PL/SQL statements are executed and results are returned. Dalam konteks sebuah Connection, SQL, PL / pernyataan SQL dijalankan dan hasilnya dikembalikan. An application can have one or more connections with a single database, or it can have many connections with different databases. Sebuah aplikasi dapat memiliki satu atau lebih koneksi dengan database tunggal, atau bisa punya banyak koneksi dengan database yang berbeda. A Connection object provides metadata ie information about the database, tables, and fields. Sebuah object Connection menyediakan informasi yaitu metadata tentang database, tabel, dan bidang. It also contains methods to deal with transactions. Ia juga berisi metode untuk menangani transaksi.
JDBC URL Syntax :: jdbc: <subprotocol>: <subname> JDBC URL Sintaks:: jdbc: <subprotocol>: <subname> 
JDBC URL Example :: jdbc: <subprotocol>: <subname>•Each driver has its own subprotocol JDBC URL Contoh:: jdbc: <subprotocol>: • <subname> driver Masing-masing memiliki subprotocol sendiri
•Each subprotocol has its own syntax for the source. • subprotocol Masing-masing memiliki sintaks sendiri untuk sumber. We're using the jdbc odbc subprotocol, so the DriverManager knows to use the sun.jdbc.odbc.JdbcOdbcDriver. Kami menggunakan odbc subprotocol jdbc, sehingga DriverManager mengetahui untuk menggunakan sun.jdbc.odbc.JdbcOdbcDriver tersebut.
try{ try { 
  Connection dbConnection=DriverManager.getConnection(url,”loginName”,”Password”) Koneksi dbConnection = DriverManager.getConnection (url, "loginName", "Password") 
 } } 
 catch( SQLException x ){ catch (SQLException x) { 
  System.out.println( “Couldn't get connection!” ); System.out.println ("Tidak dapat mendapatkan koneksi!"); 
 } } 
3. 3. Creating a jdbc Statement object, Membuat obyek Pernyataan jdbc,
Once a connection is obtained we can interact with the database. Setelah sambungan diperoleh kita dapat berinteraksi dengan database. Connection interface defines methods for interacting with the database via the established connection. Koneksi antarmuka mendefinisikan metode untuk berinteraksi dengan database melalui koneksi didirikan. To execute SQL statements, you need to instantiate a Statement object from your connection object by using the createStatement() method. Untuk menjalankan statemen SQL, Anda perlu instantiate objek Pernyataan dari objek koneksi Anda dengan menggunakan createStatement () method.
Statement statement = dbConnection.createStatement(); Pernyataan Pernyataan = dbConnection.createStatement ();
A statement object is used to send and execute SQL statements to a database. Sebuah objek pernyataan digunakan untuk mengirim dan mengeksekusi pernyataan SQL ke database.
Three kinds of Statements Tiga jenis Laporan
Statement: Execute simple sql queries without parameters. Pernyataan: sederhana query sql Jalankan tanpa parameter.
Statement createStatement() Pernyataan createStatement ()
Creates an SQL Statement object. Membuat obyek Pernyataan SQL.
Prepared Statement: Execute precompiled sql queries with or without parameters. Disiapkan Pernyataan: Jalankan query sql dikompilasi dengan atau tanpa parameter.
PreparedStatement prepareStatement(String sql) PreparedStatement prepareStatement (String sql)
returns a new PreparedStatement object. mengembalikan sebuah objek PreparedStatement baru. PreparedStatement objects are precompiled obyek PreparedStatement yang dikompilasi
SQL statements. Pernyataan SQL.
Callable Statement: Execute a call to a database stored procedure. Callable Pernyataan: Execute panggilan ke prosedur yang tersimpan database.
CallableStatement prepareCall(String sql) CallableStatement prepareCall (String sql)
returns a new CallableStatement object. mengembalikan sebuah objek CallableStatement baru. CallableStatement objects are SQL stored procedure call statements. objek CallableStatement adalah pernyataan SQL prosedur tersimpan panggilan.
4. 4. Executing a SQL statement with the Statement object, and returning a jdbc resultSet. Pelaksana pernyataan SQL dengan objek Pernyataan, dan mengembalikan ResultSet jdbc.
Statement interface defines methods that are used to interact with database via the execution of SQL statements. Pernyataan antarmuka mendefinisikan metode yang digunakan untuk berinteraksi dengan database melalui eksekusi pernyataan SQL. The Statement class has three methods for executing statements: Kelas Pernyataan memiliki tiga metode untuk laporan mengeksekusi:
executeQuery(), executeUpdate(), and execute(). executeQuery (), executeUpdate (), dan melaksanakan (). For a SELECT statement, the method to use is executeQuery . Untuk statemen SELECT, metode untuk digunakan adalah executeQuery. For statements that create or modify tables, the method to use is executeUpdate. Untuk pernyataan yang membuat atau memodifikasi tabel, metode untuk digunakan adalah executeUpdate. Note: Statements that create a table, alter a table, or drop a table are all examples of DDL Catatan: Pernyataan yang membuat tabel, mengubah tabel, atau drop tabel adalah semua contoh DDL
statements and are executed with the method executeUpdate. pernyataan dan dijalankan dengan metode executeUpdate. execute() executes an SQL execute () melaksanakan SQL
statement that is written as String object. pernyataan yang ditulis sebagai objek String.
ResultSet provides access to a table of data generated by executing a Statement. ResultSet menyediakan akses ke tabel data yang dihasilkan dengan menjalankan sebuah Pernyataan. The table rows are retrieved in sequence. Para baris tabel yang akan diambil secara berurutan. A ResultSet maintains a cursor pointing to its current row of data. Sebuah ResultSet menjaga kursor menunjuk ke baris saat ini data. The next() method is used to successively step through the rows of the tabular results. Metode berikutnya () digunakan untuk berturut-turut langkah melalui deretan hasil tabel.
ResultSetMetaData Interface holds information on the types and properties of the columns in a ResultSet. ResultSetMetaData Antarmuka memegang informasi mengenai jenis dan sifat-sifat kolom dalam ResultSet. It is constructed from the Connection object. Hal ini dibangun dari object Connection.

Test JDBC Driver Installation Uji Instalasi JDBC Driver

import javax.swing.JOptionPane; import javax.swing.JOptionPane; 

  public class TestJDBCDriverInstallation_Oracle { public class TestJDBCDriverInstallation_Oracle { 

     public static void main(String[] args) { public static void main (String [] args) { 
     StringBuffer output = new StringBuffer(); StringBuffer output = new StringBuffer (); 
     output.append(”Testing oracle driver installation \n”); output.append ("oracle Pengujian instalasi driver \ n"); 
     try { try { 
      String className = “sun.jdbc.odbc.JdbcOdbcDriver”; String className = "sun.jdbc.odbc.JdbcOdbcDriver"; 
      Class driverObject = Class.forName(className); Kelas driverObject = Class.forName (className); 
      output.append(”Driver : “+driverObject+”\n”); output.append ("Driver:" + driverObject + "\ n"); 
      output.append(”Driver Installation Successful”); output.append ("Instalasi Driver Berhasil"); 
      JOptionPane.showMessageDialog(null, output); JOptionPane.showMessageDialog (null, output); 
       } catch (Exception e) { } Catch (Exception e) { 
        output = new StringBuffer(); keluaran baru StringBuffer = (); 
        output.append(”Driver Installation FAILED\n”); output.append ("Instalasi Driver FAILED \ n"); 
        JOptionPane.showMessageDialog(null, output); JOptionPane.showMessageDialog (null, output); 
     System.out.println(”Failed: Driver Error: ” + e.getMessage()); System.out.println ("Gagal: Driver Error:" + e.getMessage ()); 
     } } 
      } } 
  } } 
Download JDBC Sample Code Download Contoh Kode JDBC

Java JDBC Connection Example, JDBC Driver Example Java Contoh Koneksi JDBC, Contoh Driver JDBC

import java.sql.Connection; java.sql.Connection impor; 
 import java.sql.DatabaseMetaData; java.sql.DatabaseMetaData impor; 
 import java.sql.DriverManager; java.sql.DriverManager impor; 
 import java.sql.SQLException; java.sql.SQLException impor; 
 public class JDBCDriverInformation { public class JDBCDriverInformation { 
  static String userid=”scott”, password = “tiger”; statis String userid = "scott", password = "harimau"; 
  static String url = “jdbc:odbc:bob”; statis String url = "jdbc: odbc: bob"; 
 static Connection con = null; Koneksi statis con = null; 
  public static void main(String[] args) throws Exception { public static void main (String [] args) throws Exception { 
      Connection con = getOracleJDBCConnection(); Connection con = getOracleJDBCConnection (); 
      if(con!= null){ if (null con! =) { 
         System.out.println(”Got Connection.”); System.out.println ("Koneksi Punya."); 
         DatabaseMetaData meta = con.getMetaData(); DatabaseMetaData meta = con.getMetaData (); 
         System.out.println(”Driver Name : “+meta.getDriverName()); System.out.println ("Driver Name:" + meta.getDriverName ()); 
         System.out.println(”Driver Version : “+meta.getDriverVersion()); System.out.println ("Driver Version:" + meta.getDriverVersion ()); 

      }else{ } Else { 
       System.out.println(”Could not Get Connection”); System.out.println ("Tidak dapat Get Connection"); 
      } } 
  } } 

  public static Connection getOracleJDBCConnection(){ public static getOracleJDBCConnection Koneksi () { 

   try { try { 
    Class.forName(”sun.jdbc.odbc.JdbcOdbcDriver”); Class.forName ("sun.jdbc.odbc.JdbcOdbcDriver"); 
 } catch(java.lang.ClassNotFoundException e) { } Catch (java.lang.ClassNotFoundException e) { 
    System.err.print(”ClassNotFoundException: “); System.err.print ("ClassNotFoundException:"); 
    System.err.println(e.getMessage()); System.err.println (e.getMessage ()); 
   } } 

   try { try { 
      con = DriverManager.getConnection(url, userid, password); con = DriverManager.getConnection (url, userid, password); 
   } catch(SQLException ex) { } Catch (SQLException ex) { 
    System.err.println(”SQLException: ” + ex.getMessage()); System.err.println ("SQLException:" + ex.getMessage ()); 
   } } 

   return con; return con; 
  } } 
 } }